LAMPUNG — Xiaomi memastikan Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max masuk pasar global pada November, tetapi versi internasional membawa baterai lebih kecil daripada varian China. Harga Eropa yang bocor di situs Epto menempatkan 18 Pro mulai EUR1.398,90 dan 18 Pro Max EUR1.783,90, dengan indikasi kuat keduanya bakal mendarat di Indonesia lewat jejak TKDN.
Konfirmasi itu disampaikan Xiaomi lewat akun X resminya, tanpa menyebut tanggal peluncuran pasti. Kedua model sebelumnya sudah lebih dulu dijual di China pada September, jadi peluncuran November menandai ekspansi pertama seri ini ke luar negeri.
Yang jadi sorotan justru spesifikasi versi global. Kapasitas baterai dan kecepatan pengisian daya dipangkas dibanding unit yang dijual di China, dan selisihnya cukup besar untuk diperhatikan calon pembeli.
Baterai Versi Global: 18 Pro Turun 1.000 mAh
Xiaomi 18 Pro versi global memakai baterai 6.000 mAh, sementara versi China mencapai 7.000 mAh. Pengisian dayanya juga turun dari 100W ke 90W.
Untuk 18 Pro Max, baterai global tercatat 7.050 mAh dari sebelumnya 8.500 mAh di China. Kabar baiknya, fast charging tetap 100W, sama seperti versi China.
Penurunan kapasitas sebesar 1.000–1.450 mAh bukan angka kecil. Di kelas flagship, selisih itu bisa berarti tambahan waktu layar satu hingga dua jam tergantung pola pemakaian. Xiaomi belum menjelaskan alasan pemangkasan, apakah terkait regulasi, sertifikasi, atau strategi biaya.
Harga Eropa Bocor di Situs Epto
Listing toko online asal Italia, Epto, membocorkan harga dan konfigurasi kedua model untuk pasar Eropa. Xiaomi 18 Pro tersedia dalam dua varian memori.
- Xiaomi 18 Pro 12/256 GB — EUR1.398,90
- Xiaomi 18 Pro 12/512 GB — EUR1.591,90
- Xiaomi 18 Pro Max 12/512 GB — EUR1.783,90
Angka ini kemungkinan tidak berlaku identik di Asia. Beban pajak di Eropa lebih tinggi, sehingga harga di Indonesia berpotensi lebih rendah — meski tetap bergantung pada kurs dan kebijakan distributor.
Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan HyperOS 4
Untuk dapur pacu, Xiaomi 18 Pro kemungkinan besar memakai Snapdragon 8 Elite Gen 6. Versi Pro Max disebut mengusung Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, varian dengan clock lebih tinggi.
Keduanya disebut berjalan di HyperOS 4 berbasis Android 17. Perlu dicatat, informasi chipset ini masih berstatus bocoran, bukan spesifikasi resmi Xiaomi.
Pilihan warna mencakup Black, White, dan Velvet Red. Menurut laporan Android Treasure, warna Velvet Red versi global mungkin tidak dikemas transparan seperti di pasar China.
Peluang Masuk Indonesia: Jejak TKDN 37,84 Persen
Indikasi terkuat soal kehadiran di Indonesia datang dari situs TKDN Kementerian Perindustrian. Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max tercatat dengan nilai TKDN 37,84 persen.
Keduanya juga muncul di situs e-Sertifikasi Postel Komdigi. Dua jejak administratif ini biasanya jadi tahap akhir sebelum perangkat resmi dijual di pasar lokal.
Kalau mengikuti pola peluncuran Xiaomi sebelumnya, jarak antara listing TKDN dan pengumuman harga Indonesia bisa beberapa pekan hingga dua bulan. Artinya, peluang masuk sebelum akhir tahun masih terbuka.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menunggu
- Baterai versi global lebih kecil dari versi China — cek angka final saat peluncuran resmi
- Harga Eropa belum tentu mencerminkan harga Indonesia karena perbedaan pajak
- Chipset dan HyperOS 4 masih bocoran, bukan konfirmasi resmi
- Tanggal peluncuran global belum diumumkan, hanya bulan November
Bagi yang mempertimbangkan flagship Xiaomi, keputusan paling bijak adalah menunggu pengumuman resmi harga dan spesifikasi Indonesia. Pemangkasan baterai versi global layak jadi pertimbangan utama, terutama jika durasi pemakaian jadi prioritas.