Pencarian

Iran Terima Surat Wapres AS JD Vance soal Perundingan Damai, Teheran Masih Kunci 7 Syarat

Sabtu, 31 Oktober 2026 • 12:31:32 WIB
Iran Terima Surat Wapres AS JD Vance soal Perundingan Damai, Teheran Masih Kunci 7 Syarat
Surat dari Wapres AS JD Vance dilaporkan telah diterima otoritas Iran sejak Kamis (29/10).

TEHERAN — Kantor berita semi resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa surat dari Wakil Presiden AS JD Vance sudah berada di tangan otoritas Iran sejak Kamis (29/10). Isi surat ditujukan kepada Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei.

Hingga laporan itu diturunkan, Teheran belum menyampaikan tanggapan apa pun atas surat tersebut. Tasnim menyebut Iran tetap pada posisi yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Tujuh Syarat yang Dikunci Iran

Iran bersikeras agar AS memenuhi tujuh syarat yang diajukan sebagai dasar perundingan. Tasnim menegaskan bahwa posisi apa pun yang mengganggu kerangka definitif Iran tidak dapat diterima.

Kerangka itu sebelumnya disampaikan Iran kepada AS melalui para mediator pada 22 September, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York City. Dokumen tersebut dikenal sebagai Rencana Tujuh Hari, memuat syarat untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Surat Vance Dikirim atas Arahan Trump

The Wall Street Journal pada Rabu (28/10) melaporkan bahwa surat Vance dikirim untuk memulai kembali perundingan damai dan menghindari perang lain antara kedua negara. Seorang sumber yang dikutip WSJ menyebut surat itu dikirim atas arahan Presiden AS Donald Trump.

Menurut sumber yang sama, Vance sedang menguji apakah Teheran dan Washington dapat menemukan titik temu yang cukup. Tujuannya meyakinkan Trump agar tidak mengeluarkan perintah final untuk melancarkan serangan singkat dan intens terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang.

Pekan lalu, Trump menyatakan bahwa AS tidak sedang bernegosiasi dengan Iran. "Kami akan mendapatkan sesuatu dengan satu atau lain cara, dan itu akan terjadi dalam waktu dekat," ujarnya.

Diplomasi Masih Diberi Ruang

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi, melalui unggahan di platform X pada Rabu, menyatakan bahwa Teheran masih menjalin kontak erat dan berkelanjutan dengan para perantara. Pembahasan mencakup gagasan-gagasan yang dapat memastikan implementasi Rencana Tujuh Hari dalam waktu kurang dari sepekan.

Araghchi menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran sepenuhnya siap. Meski demikian, Teheran terus memberi kesempatan kepada diplomasi agar berhasil.

Posisi ganda itu memperlihatkan Iran membuka jalur komunikasi tanpa melunakkan syarat. Bagi Washington, surat Vance menjadi uji terakhir apakah titik temu bisa dicapai sebelum tenggat yang disebut Trump.

Follow www.lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: web.lintaslampung.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks