LAMPUNG — Produksi Polestar 2 resmi berakhir di lini perakitan Luqiao, China, setelah lebih dari 200.000 unit dibangun sejak model itu diluncurkan pada 2020. Sedan listrik yang menjadi fondasi merek Polestar sebagai entitas mandiri itu ditutup tanpa pengumuman resmi perusahaan, meski kabar ini sejalan dengan rencana pembaruan model pada 2027. Sejumlah media Eropa, termasuk Electrive dan TV2 Broom, lebih dulu melaporkan unit terakhir yang keluar dari pabrik.
Electrive dan TV2 Broom melaporkan unit terakhir Polestar 2 telah meninggalkan lini perakitan di Luqiao, China. Polestar belum mengeluarkan pernyataan resmi soal penghentian produksi itu, tetapi laporan tersebut sesuai dengan peta jalan produk yang pernah disampaikan perusahaan.
Polestar 2 bukan sekadar satu model dalam jajaran merek. Mobil inilah yang memperkenalkan Polestar sebagai produsen mobil listrik mandiri, bukan lagi divisi performa Volvo.
Dari Concept 40.2 Volvo ke Polestar 2
Jejak Polestar 2 bermula dari Volvo Concept 40.2 yang diperkenalkan pada 2016. Konsep itu dirancang sebagai sedan entry-level Volvo saat merek asal Swedia tersebut lepas dari kepemilikan Ford.
Rencana berubah ketika harga saham Tesla melonjak dan membuat valuasi produsen mobil listrik ikut terbang. Induk Volvo, Geely, memutuskan mempercepat langkah dengan mengubah dua model Volvo berikutnya menjadi Polestar. Satu di antaranya adalah sedan yang dipratinjau Concept 40.2.
Setelah melalui merger dengan perusahaan akuisisi khusus (SPAC), Polestar berdiri sebagai merek sendiri dengan kepemilikan mayoritas China. Polestar 2 kemudian menjadi model pertama yang mengukuhkan posisi itu di pasar global.
Produksi 2020-2025 dan Rencana Penerus
Sejak mulai diproduksi pada 2020, lebih dari 200.000 unit Polestar 2 telah dibangun di Luqiao. Angka itu menempatkannya sebagai model terlaris Polestar sepanjang sejarah singkat merek tersebut.
Perusahaan sebelumnya mengumumkan rencana menghadirkan Polestar 2 versi pembaruan pada 2027. Setelah itu, Polestar 7 SUV disebut akan menyusul pada awal 2028 sebagai model serba baru.
Penutupan lini Polestar 2 berlangsung di tengah langkah Polestar menarik diri dari pasar Amerika Serikat. Departemen Perdagangan AS di bawah pemerintahan Trump menolak memberikan otorisasi berdasarkan Connected Vehicle Rule, sehingga merek itu kehilangan akses ke salah satu pasar terbesarnya.
Nasib Polestar 2 di Pasar Indonesia
Polestar belum memiliki kehadiran resmi di Indonesia, sehingga dampak langsung penghentian produksi ini terhadap konsumen lokal terbilang minim. Pemilik Polestar 2 di Tanah Air, jika ada, umumnya mendatangkan unit melalui importir umum.
Untuk pasar global, Polestar masih menjual stok Polestar 2 yang tersisa di jaringan dealer. Model ini diposisikan sebagai pesaing Tesla Model 3 dengan basis platform CMA hasil kerja sama Geely dan Volvo.
Bagi penggemar merek, fokus kini beralih ke Polestar 3 dan Polestar 4 yang lebih baru. Keduanya mengusung arsitektur 400 volt dan 800 volt, berbeda dari platform yang mendasari Polestar 2.