LAMPUNG — Nissan Rogue Hybrid 2027 memakai sistem e-Power generasi ketiga yang membuat mesin bensinnya cuma jadi generator, bukan penggerak roda. Hasilnya, crossover ini terasa lebih halus dan responsif dibanding RAV4 Hybrid maupun CR-V Hybrid, dengan tenaga gabungan 225 hp dan klaim 0-60 mph 6,4 detik. Sayangnya, versi ini baru dipasarkan di Amerika Serikat dan belum ada tanda-tanda masuk Indonesia.
Nissan menggelar sesi pengujian Rogue Hybrid 2027 di jalanan sekitar Santa Barbara, California, dan sengaja menyediakan sejumlah Toyota RAV4 Hybrid sebagai pembanding langsung. Langkah itu terbilang berani untuk ukuran pabrikan yang selama ini tertinggal di segmen hybrid crossover. Dari sesi tersebut, Rogue Hybrid tampil sebagai salah satu model Nissan paling matang yang pernah diuji, terutama berkat sistem penggeraknya.
e-Power Generasi Ketiga: Mesin Bensin Tidak Menggerakkan Roda
Jantung Rogue Hybrid adalah mesin turbo 1.5 liter tiga silinder siklus Miller yang berfungsi murni sebagai generator. Mesin ini memasok daya ke baterai lithium-ion kompak, lalu baterai menyalurkan listrik ke dua motor penggerak, satu di gardan depan dan satu di belakang. Konfigurasi itu menghasilkan penggerak semua roda permanen dengan kendali motor independen.
Nissan menyebut mesin ini berbeda dari unit turbo 1.5 liter tiga silinder yang dipakai model lain. Turbo yang dipakai lebih besar, dan karena mesin tidak pernah memutar roda, keterlambatan respons turbo bukan masalah. Putaran mesin dikunci di rentang 2000-5000 rpm untuk menekan getaran dan kebisingan.
Tenaga 225 hp dan Klaim 0-60 mph 6,4 Detik
Gabungan kedua motor menghasilkan 225 hp. Nissan mengklaim akselerasi 0-60 mph sekitar 6,4 detik, angka yang lebih cepat dari RAV4 Hybrid dan CR-V Hybrid. Klaim itu belum diverifikasi lewat alat uji independen, jadi perlu dicatat sebagai data pabrikan. Yang bisa dirasakan langsung: torsi motor listrik instan membuat manuver menyalip di jalan tol terasa ringan.
Sistem ini punya lima level regenerasi, termasuk mode one-pedal driving. Nissan juga menyematkan fitur Smooth Stop yang mengatur momen akhir pengereman untuk menekan gerakan mengangguk saat mobil berhenti.
Konsumsi BBM: 38 mpg Kombinasi untuk Trim SR
Trim SR mencatat estimasi EPA 41 mpg kota, 36 mpg jalan tol, dan 38 mpg kombinasi. Trim SV dan Platinum turun 1 mpg di jalan tol dan kombinasi. Artinya Rogue Hybrid bukan pemimpin kelas dalam efisiensi, tapi selisihnya dengan rival tidak lebar. Catatan penting: angka ini estimasi EPA, bukan hasil pengujian jalan raya independen.
Handling dan Kenyamanan: Stir Kurang Berbicara
Di jalan berkelok, Rogue Hybrid bermanuver rapi. Torque vectoring di gardan belakang membantu menekan understeer saat tikungan ketat. Kelemahannya ada di setir yang terasa hambar, minim umpan balik, meski tidak lebih buruk dari rata-rata segmen. Soal kenyamanan suspensi, penguji belum menemukan keluhan berarti, tetapi rute pengujian minim jalan rusak sehingga penilaian ini belum final.
Interior: Material Lebih Baik dari Ekspektasi
Kabin Rogue Hybrid baru terasa lebih rapi dari yang dibayangkan di kelasnya. Kulit sintetis tidak cuma di jok, tapi menjalar ke panel pintu, konsol tengah, dashboard, hingga sisi terowongan tengah. Nissan juga menghindari panel piano black yang mudah berbekas sidik jari. Bagasi menawarkan hingga 66 kaki kubik saat baris kedua dilipat, dan pintu belakang terbuka hampir 90 derajat sehingga memudahkan pemasangan kursi anak.
Trim SV dan SR memakai layar sentuh 12,3 inci, sementara Platinum mendapat unit 14,3 inci yang juga bisa dipilih di SR. Sistemnya berbasis Google dengan dukungan Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel. Yang paling disukai penguji justru tombol fisik di bawah layar untuk kursi berpemanas dan berpendingin, suhu, kecepatan kipas, serta mode iklim.
Yang Perlu Diperhatikan
- Belum ada konfirmasi pemasaran untuk Indonesia, sehingga harga dan ketersediaan lokal belum jelas.
- Klaim akselerasi 6,4 detik masih data pabrikan dan belum diuji independen.
- Setir terasa hambar, minim umpan balik ke pengemudi.
- Efisiensi berada sedikit di bawah pemimpin kelas versi EPA.
- Penilaian kenyamanan suspensi belum diuji di jalan rusak berat.
Kelebihan
- Sistem e-Power membuat respons gas instan dan suara kabin lebih senyap.
- Tenaga gabungan 225 hp dengan penggerak semua roda permanen.
- Material interior di atas rata-rata kelas, minim piano black.
- Kontrol iklim fisik yang memudahkan penggunaan harian.
- Ruang bagasi hingga 66 kaki kubik dan pintu belakang buka lebar.
Verdict: Kompeten, Tapi Relevansinya di Indonesia Masih Tanda Tanya
Rogue Hybrid 2027 menunjukkan bahwa teknologi e-Power milik Nissan sudah matang untuk segmen crossover kompak. Kombinasi mesin generator, dua motor listrik, dan penggerak semua roda menghasilkan karakter berkendara yang halus tanpa mengorbankan respons. Untuk pasar Amerika, ini pesaing serius bagi RAV4 Hybrid dan CR-V Hybrid.
Bagi pembeli di Indonesia, situasinya berbeda. Rogue tidak dijual resmi di sini, dan Nissan Indonesia belum memberi sinyal soal pemasaran model ini. Yang lebih relevan untuk pasar lokal adalah apakah teknologi e-Power generasi ketiga ini akan dibawa ke model yang memang dijual di Indonesia. Sampai ada kepastian itu, Rogue Hybrid 2027 lebih tepat dibaca sebagai gambaran arah teknologi Nissan ketimbang pilihan yang bisa dibeli konsumen Tanah Air.