BANDARLAMPUNG — Ratusan ASN yang telah berdatangan sejak pukul 00.30 WIB untuk menyaksikan pertandingan babak 16 besar antara Prancis vs Paraguay pada pukul 03.00 WIB itu hanya mendapati lokasi dalam keadaan gelap gulita. Pelaksana kegiatan yang digagas melalui surat Sekda Marindo Kurniawan bernomor 400.4/431/VI.04/2026 tanggal 20 Juni 2026 itu juga tak satu pun hadir di lokasi.
"Ini namanya nonton pildun 'ghoib'," celetuk seorang ASN sambil tertawa ngakak saat melihat lokasi nobar yang sepi. Belasan ASN lainnya hanya menggelengkan kepala setelah memastikan hingga pukul 02.00 WIB tidak ada tanda-tanda kegiatan.
Tujuh OPD Wajib Kirim 10 ASN, Tak Ada yang Bertanggung Jawab
Dalam surat edaran tersebut, terdapat tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) yang "ditugaskan" memeriahkan nobar, masing-masing mengerahkan 10 orang ASN. Ketujuh OPD itu adalah Bappeda, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman & Cipta Karya (PKP & CK), Balitbangda, Dinas Sosial, Disdukcapil, Dispora, dan Biro Kesra.
Akibat ketidakjelasan panitia, puluhan ASN yang datang akhirnya angkat kaki dari lokasi. Mereka mengaku kecewa berat karena sudah meluangkan waktu di akhir pekan untuk tugas yang ternyata tidak jelas.
Nobar Hanya Meriah Saat Dihadiri Wagub
Kegiatan nobar Piala Dunia 2026 yang digagas Pemprov Lampung itu sejatinya berlangsung sejak 21 Juni hingga 20 Juli 2026. Setiap OPD telah dijadwalkan wajib hadir secara bergiliran.
Namun, berdasarkan pantauan, acara tersebut hanya terlihat ramai pada saat nobar pertama dan beberapa hari lalu ketika Wakil Gubernur Jihan Nurlela hadir langsung. Selain dua momen itu, tidak banyak pimpinan OPD yang hadir. Antusiasme masyarakat pun mulai menurun drastis.
Konsep Nobar untuk Dorong UMKM, Tapi Pelaksanaan Ambigu
Dalam surat Sekda, nobar ini dimaksudkan untuk mendukung hiburan segar bagi masyarakat, menggerakkan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, menumbuhkan sportivitas, serta menciptakan ruang kebersamaan. Namun, tanpa koordinasi pelaksana yang jelas di lapangan, agenda yang mulia itu justru berujung pada kekonyolan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Sekda Marindo Kurniawan atau pihak terkait mengenai penyebab mandulnya kegiatan nobar tersebut. Puluhan ASN yang menjadi korban pun hanya bisa pasrah.