BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 20 kelas akan dipertandingkan dalam PON Beladiri yang terdiri dari 9 kelas putri dan 11 kelas putra. Ketua Umum Pengprov Pertina Lampung, Hermanto, secara optimistis membidik medali emas untuk dibawa pulang ke Bumi Ruwa Jurai.
Ajang Evaluasi Fisik dan Mental Petinju
Hermanto menegaskan bahwa pembinaan atlet harus berjalan secara berkesinambungan. Ajang VIP Boxing ini dinilai sebagai sarana evaluasi yang tepat untuk mengukur kesiapan fisik dan mental para petinju.
"Ini adalah salah satu ajang evaluasi agar para atlet mampu dan bisa berlatih secara disiplin, sehingga target medali untuk Lampung di PON Beladiri dapat tercapai," tegas Hermanto.
Regenerasi Atlet Jadi Catatan Khusus
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, memberikan catatan khusus mengenai pentingnya aspek regenerasi di tubuh Pertina Lampung. Ia menekankan perlunya memunculkan wajah-wajah baru untuk menggantikan para atlet senior.
"Harapan kami tentunya Pertina bisa memberikan sumbangan medali untuk Lampung, sehingga dalam waktu yang singkat ini, Pertina harus bersiap sebaik mungkin. Nanti akan ada tahapan seperti Porprov, PON Beladiri, serta beberapa kualifikasi sejenis untuk persiapan 2028," kata Taufik Hidayat.
Strategi Jangka Panjang Menuju PON 2028
Menurut Taufik, kejuaraan VIP Boxing merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menyeleksi dan mempersiapkan atlet tinju terbaik daerah. Ajang ini tidak hanya krusial untuk menghadapi PON Beladiri 2026, tetapi juga menjadi fondasi penting menuju PON utama pada 2028 mendatang.
Pertina Lampung bersama KONI Lampung terus mematangkan persiapan melalui berbagai tahapan seleksi. Dengan target medali emas yang dicanangkan, para petinju diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional pada ajang yang akan digelar Oktober 2026 tersebut.