LAMPUNG BARAT — Sebanyak 257 peserta hadir langsung dan 83 lainnya mengikuti secara daring dalam Seminar Nasional Pendidikan bertajuk "Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan". Kegiatan ini digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila.
Bupati: Anggaran Pendidikan 36 Persen dari APBD untuk Beasiswa dan Seragam Gratis
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan sinergi antara pemerintah daerah dan Unila, khususnya FKIP, harus terus berjalan. Menurutnya, kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas kepemimpinan di dunia pendidikan.
"Tentunya sinergi antara pemerintah daerah dan Unila khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) harus terus berjalan dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan di dunia pendidikan," ujar Bupati dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Sabtu.
Ia merinci anggaran 36 persen dari total APBD diwujudkan melalui program beasiswa dan penyediaan seragam sekolah gratis. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di daerah setempat.
Kepala Sekolah dan Guru Harus Mampu Beradaptasi dengan Perubahan
Bupati berharap melalui seminar ini, kepala sekolah dan guru di Lampung Barat mampu beradaptasi dengan perubahan serta memiliki integritas dalam memajukan dunia pendidikan. Ia menekankan kegiatan tersebut bukan sekadar tempat berbagi ilmu.
"Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi tempat berbagi ilmu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempersiapkan kepala sekolah dan guru yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki integritas dalam memajukan dunia pendidikan," tegasnya.
FKIP Unila: Pemimpin Masa Depan Dibentuk Melalui Pendidikan Karakter
Wakil Dekan I FKIP Unila Riswandi menekankan bahwa pemimpin masa depan tidak lahir secara kebetulan. Ia menyebut proses pembentukan karakter dimulai dari keluarga dan diperkuat di sekolah.
"Pemimpin masa depan tidak lahir dengan kebetulan, tetapi dibentuk melalui karakter. Pembentukan karakter yang utama berasal dari keluarga, kemudian diperkuat melalui pembelajaran di sekolah dan di kelas," kata Riswandi.
Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik. Lebih dari itu, guru juga bertanggung jawab membentuk karakter, integritas, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan jiwa kepemimpinan siswa.
"Guru-gurulah yang sesungguhnya menyusun cetak biru lahirnya para pemimpin masa depan," ujarnya.