BANDARLAMPUNG — Sebanyak 15 kabupaten/kota di Lampung mengirimkan perwakilan legislatifnya dalam Bimtek yang digelar Partai Gerindra. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi pertama sejak Mirza dilantik sebagai orang nomor satu di Lampung, dengan fokus utama menyelaraskan arah pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Yai Mirza ini mengingatkan bahwa Lampung merupakan provinsi terpadat nomor dua di Pulau Sumatera. Konsekuensinya, beban pembangunan yang diemban pemerintah daerah sangat berat, terlebih dengan posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang Sumatera.
Program Provinsi Harus Jadi Acuan Kabupaten/Kota
Yai Mirza menegaskan bahwa seluruh kader Gerindra yang duduk di legislatif harus berada dalam satu komando. Instruksi ini berlaku baik bagi anggota DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten/kota yang hadir dalam bimtek tersebut.
"Saya berharap semua program pembangunan di kabupaten/kota dapat selaras dan sejalan dengan program yang telah ditetapkan di tingkat provinsi," ujar Mirza di hadapan para peserta.
Keselarasan ini dinilai krusial agar alokasi anggaran di setiap daerah tidak tumpang tindih dan tepat sasaran. Dengan koordinasi yang solid, pembangunan infrastruktur hingga layanan publik diharapkan berjalan lebih efisien.
Materi Bimtek: Dari Perencanaan Hingga Pengawasan Anggaran
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menerima materi yang dirancang untuk memperkuat kapasitas dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan. Yai Mirza meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian materi dengan seksama.
Ia menekankan agar ilmu yang didapat dari bimtek ini tidak berhenti di ruang seminar, melainkan diterapkan langsung di daerah masing-masing. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kinerja dewan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gamolan, alat musik tradisional Lampung, oleh Mirza. Ia didampingi jajaran sekretaris, bendahara, dan para wakil ketua DPD Partai Gerindra Lampung.