Pencarian

Wagub Lampung Jihan Nurlela Instruksikan Pemetaan Zona Rawan Karhutla hingga Sumber Air, 4.800 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:32:01 WIB
Wagub Lampung Jihan Nurlela Instruksikan Pemetaan Zona Rawan Karhutla hingga Sumber Air, 4.800 Hektare Lahan Terbakar
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Rabu (26/8/2026).

BANDAR LAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat mitigasi karhutla, bukan hanya respons saat titik api sudah muncul. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Rabu (26/8/2026).

"Sebetulnya kita mempunyai respons fire suppression. Fire suppression-nya itu masih lebih baik daripada fire prevention. Artinya bagaimana kita menangani kebakaran pada saat titik api sudah muncul itu sebetulnya kita sudah bisa menangani dengan respons yang cukup cepat, tetapi bagaimana penanggulangan atau mitigasi sebelum titik api itu muncul, ini yang perlu kita kuatkan sama-sama," ujar Jihan.

Pemetaan Personel dan Peralatan di 11 Kabupaten

Rapat yang melibatkan BPBD, BMKG, TNI, Polri, Basarnas, hingga perusahaan tersebut menyoroti masa kritis kemarau pada Agustus hingga Oktober 2026. Wagub Jihan meminta BPBD segera membuat peta yang menggabungkan zona rawan kebakaran dengan posisi personel dari berbagai instansi dan unsur masyarakat.

Data peralatan penanggulangan juga harus lengkap, mencakup jenis, jumlah, dan lokasi. "Jangan ketika api muncul kita bingung cari air di mana," tegasnya.

Akses Air dan Ancaman Api di Lahan Gambut

Perhatian khusus diberikan pada ketersediaan sumber air di zona merah. Dinas PSDA, Balai Besar Wilayah Sungai, dan BPBD diminta segera memetakan embung, kanal, serta jalur alternatif menuju lokasi rawan.

Langkah ini dinilai krusial karena karakteristik wilayah rawan di Lampung berbeda-beda. Di kawasan gambut, misalnya, api dapat menjalar di bawah permukaan meskipun secara visual tidak terlihat terbakar, sehingga membutuhkan penanganan khusus.

194 Titik Panas dan Luas Lahan Terbakar

Berdasarkan data BPBD Provinsi Lampung, tercatat 194 titik panas hingga 25 Agustus 2026. Sebanyak 28 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 164 titik sedang, dan dua titik rendah, dengan konsentrasi sebaran di wilayah utara, timur, dan tengah Lampung.

Pembaruan data pada 26 Agustus 2026 pukul 08.20 WIB mencatat 47 hotspot berkepercayaan rendah dan tiga hotspot berkepercayaan sedang. Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Sjawal Sugiarto menyebut kondisi kemarau berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026, terutama di bagian utara, timur, dan tengah provinsi ini.

Follow www.lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarmetro.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks