LAMPUNG TIMUR — Peninjauan dilakukan dengan helikopter untuk memantau sejumlah titik kebakaran dan menentukan kebutuhan penanganan di lapangan. Gubernur menilai pemadaman di bagian utara TNWK menghadapi tantangan berat karena lahan bergambut, kecepatan angin tinggi, dan sumber air yang jauh dari titik api.
Dukungan BNPB sejauh ini mencakup logistik, helikopter untuk water bombing, hingga peralatan pemadaman berupa pipa panjang. Menurut Gubernur, progres pemadaman kini cukup baik dengan sekitar lima hektare area yang bisa dipadamkan per hari.
Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan ke Titik Api
Sebanyak 360 personel dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari sekitar 330 personel TNI serta unsur BNPB, Pemerintah Provinsi Lampung, BPBD, Polri, Manggala Agni, dan instansi terkait. Pemadaman dilakukan lewat water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta pompa, selang, dan pipa panjang untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyebut pemantauan satelit hingga pukul 06.44 WIB mendeteksi 110 titik api di Lampung. BNPB menilai pompa dengan selang hampir tiga kilometer cukup efektif dan akan diupayakan diperbanyak agar jangkauan penanganan lebih luas.
Asap Karhutla Picu Pemeriksaan Kesehatan Warga Sekitar TNWK
Kebakaran yang berlangsung beberapa waktu terakhir menimbulkan asap yang berdampak pada permukiman warga di sekitar kawasan. Gubernur Mirza menyatakan Pemprov Lampung akan melakukan pengecekan kesehatan, terutama untuk mengetahui dampak paparan asap terhadap pernapasan dan kondisi paru-paru warga.
“Berkat bantuan BNPB, dalam beberapa minggu ini dukungan logistik telah dikirimkan, termasuk helikopter untuk water bombing dan peralatan pemadaman berupa pipa panjang. Hari ini progresnya cukup baik, dengan sekitar lima hektare area dapat dipadamkan per hari,” ujar Gubernur Mirza.
Gubernur juga mengajak masyarakat mendoakan para personel TNI dan relawan yang setiap hari berjuang memadamkan api di dalam kawasan TNWK.
Penyebab Kebakaran di Sekitar Permukiman Akan Dievaluasi
Pemerintah akan mengevaluasi penyebab kebakaran, khususnya pada titik-titik di sekitar permukiman, bersama aparat penegak hukum dan unsur terkait. Evaluasi bertujuan memastikan apakah kebakaran dipicu faktor alam atau aktivitas manusia.
Kristomei mengingatkan upaya petugas di lapangan perlu didukung kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Di satu sisi, ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang memadamkan api. Karena itu, jangan sampai di sisi lain masih ada yang membakar hutan dan lahan. Dampaknya dirasakan bersama oleh masyarakat,” tegasnya.
Pemprov Lampung bersama BNPB dan seluruh unsur terkait memperkuat koordinasi untuk mempercepat pengendalian karhutla di TNWK. Sasaran penanganan mencakup pemadaman api, pengurangan dampak asap terhadap warga, perlindungan ekosistem kawasan, hingga pencegahan kebakaran baru.