GUNUNG SUGIH — Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan (Dirtikers) Kadiyono, Bc.IP., S.I.P., M.Si. memimpin langsung pemberian arahan kepada seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Gunung Sugih. Arahan itu menyoroti optimalisasi pelayanan publik, pemberantasan praktik diskriminatif, dan akurasi pemberian hak warga binaan.
Menurut Kadiyono, layanan diskriminatif sering menjadi akar permasalahan munculnya praktik pungutan liar (pungli) dan peredaran halinar, yakni handphone, narkoba, dan uang. Karena itu, seluruh jajaran diminta melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Dalam arahannya, Kadiyono juga menekankan akurasi usulan hak integrasi warga binaan. Hal ini mencakup remisi, termasuk yang berbasis donor darah dan sakit berkepanjangan, serta usulan integrasi lainnya.
Seluruh jajaran diminta melakukan cek dan ricek terhadap setiap dokumen yang diusulkan. Tujuannya agar terhindar dari kelalaian yang berdampak hukum di kemudian hari.
Pimpinan juga mendorong optimalisasi penggunaan Aplikasi Jalin sebagai alat pemantauan proses integrasi warga binaan yang transparan dan akuntabel.
"Sebaik apapun layanan kinerja yang kita berikan, jika tidak bisa memberi kepastian, itu persepsinya akan hancur," ungkap Kadiyono sebagai bahan renungan bersama.
Kepala Lapas Gunung Sugih Sastra Irawan menyatakan kesiapan jajarannya menindaklanjuti dan mengimplementasikan arahan tersebut dalam tugas sehari-hari. Ia juga mengapresiasi penguatan yang diberikan Dirtikers.
"Seluruh jajaran Lapas Gunung Sugih berkomitmen penuh untuk menginventarisir dan menghapus segala bentuk layanan diskriminatif, serta memastikan setiap proses pemberian hak warga binaan berjalan akurat dan bebas dari pungli," ujar Sastra Irawan.
Ia menambahkan, perubahan pola pikir dan sikap saling membantu akan terus didorong demi terciptanya kondisi lapas yang bersih, transparan, dan bermartabat.
Melalui kegiatan penguatan tersebut, Lapas Gunung Sugih berupaya meningkatkan sinergi dan kedisiplinan seluruh pegawai. Pelayanan prima kepada masyarakat menjadi target utama, sekaligus menjaga integritas organisasi dari segala bentuk penyimpangan.
Kunjungan kerja ini melibatkan Kakanwil Ditjenpas Lampung bersama Dirtikers Ditjenpas, dengan penguatan komitmen yang menyasar seluruh lini layanan di Lapas Gunung Sugih.