LAMPUNG TENGAH — Musyda ke-22 IPM Lampung Tengah berlangsung pada 24 Oktober 2025 dan menjadi forum penentu kepemimpinan baru organisasi pelajar Muhammadiyah di kabupaten tersebut. Sebanyak 36 nama mendaftar sebagai calon formatur sebelum diseleksi tim PD IPM Lampung Tengah periode 2023-2026.
Tim penyeleksi sengaja diisi pengurus yang tidak mencalonkan diri, sehingga proses wawancara berjalan tanpa konflik kepentingan. Dari 36 pendaftar, 25 calon dinyatakan lolos tahap wawancara dan berhak maju ke pemilihan dalam Musyda.
Pemilihan memunculkan sembilan formatur dengan perolehan suara sebagai berikut:
Sembilan nama dengan suara terbanyak langsung menggelar rapat formatur selama sekitar satu jam, dari pukul 11.00 hingga 12.00. Forum itu menetapkan Prima Saputra sebagai ketua umum, Laila Intan Fadila sebagai sekretaris umum, dan Maela Yulianti sebagai bendahara umum.
Komposisi ini menempatkan peraih suara terbanyak pertama, keenam, dan kedua pada tiga kursi pimpinan harian. Prima unggul tujuh suara atas Maela, sementara Laila masuk jajaran pimpinan meski berada di posisi keenam perolehan suara formatur.
Kepengurusan Prima Saputra memimpin PD IPM Lampung Tengah untuk periode 2026-2028. Musyda ke-22 menjadi titik awal konsolidasi organisasi pelajar Muhammadiyah di tingkat kabupaten sebelum program kerja kepengurusan baru dijalankan.
PD IPM Lampung Tengah sebelumnya dipimpin kepengurusan periode 2023-2026 yang antara lain bertugas menyiapkan tahapan Musyda, termasuk menyusun tim seleksi formatur dari kalangan pengurus yang tidak mencalonkan diri.