BANDARLAMPUNG — Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmelia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., memimpin langsung penandatanganan kerja sama dengan pihak UiTM. Dari jajaran FKIP Unila, Dekan Dr. Albert Maydiantoro, M.Pd. turut hadir dalam prosesi yang berlangsung di Bandar Enstek, Malaysia.
UiTM diwakili Prof. Dr. Haji Mohd Sazili Shahibi, J.M.N., Deputy Vice Chancellor (Student Affairs), bersama Assoc. Prof. Dr. Shireena Basree Abdul Rahman, Dean Faculty of Education UiTM. Kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, dan mobilitas akademik.
Ruang lingkup kemitraan mencakup penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan program akademik, research grants, proyek inovasi, penyelenggaraan konferensi dan seminar internasional, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Implementasi kerja sama diharapkan meningkatkan produktivitas akademik dan memperluas pertukaran pengetahuan.
MoU ini juga menjadi landasan bagi kedua institusi untuk mengembangkan program kerja sama berkelanjutan. Dosen dan mahasiswa dari kedua kampus mendapat kesempatan lebih luas terlibat dalam kegiatan akademik lintas negara.
FKIP Unila dan UiTM telah melaksanakan collaborative teaching serta curriculum benchmarking sebagai upaya berbagi pengetahuan dan praktik baik dalam pengembangan pembelajaran. Kegiatan itu menjadi fondasi sebelum kerja sama formal ditandatangani.
Di bidang konferensi ilmiah, UiTM berperan sebagai co-host 7th International Conference on Progressive Education (ICOPE) 2026 yang digelar 12 September 2026. Sebaliknya, FKIP Unila menjadi co-host 12th International Conference on University Learning and Teaching (InCULT 2026) pada 20–21 Oktober 2026.
Keterlibatan kedua institusi dalam dua forum internasional itu memperluas diseminasi hasil penelitian, pertukaran gagasan, dan pengembangan inovasi pendidikan. Konferensi menjadi ruang bagi akademisi dan peneliti mendiskusikan tantangan pendidikan terkini.
Program Student Exchange FKIP Unila–UiTM dijadwalkan berlangsung pada 2–30 November 2026. Mahasiswa FKIP Unila akan memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan akademik internasional, memperluas wawasan lintas budaya, serta membangun jejaring dengan sivitas akademika UiTM.
Program ini menjadi langkah konkret internasionalisasi pembelajaran dan peningkatan kompetensi global mahasiswa. Pertukaran pengetahuan dan perspektif internasional diharapkan memperkaya proses pembelajaran di kedua kampus.
Kolaborasi Unila–UiTM juga dikaitkan dengan pencapaian Sustainable Development Goals. Kontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) diwujudkan melalui collaborative teaching, curriculum benchmarking, dan program student exchange.
SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) didukung melalui penguatan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan inovasi pendidikan. Adapun SDG 17 (Partnerships for the Goals) tercermin dari penguatan kemitraan global kedua institusi.
Melalui MoU yang telah ditandatangani, Unila dan UiTM berkomitmen memperkuat kegiatan kolaboratif yang telah berjalan sekaligus membuka peluang kerja sama baru. Dalam jangka panjang, kolaborasi ini diharapkan mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.