IHSG Tembus 6.521, Sektor Industri dan Kesehatan Pimpin Penguatan 1,81%

Penulis: Syaiful Bahri  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:52:02 WIB
IHSG ditutup menguat 1,81% ke level 6.521 pada sesi perdagangan kemarin.

LAMPUNG — Pasar modal Indonesia mencatatkan reli signifikan pada sesi perdagangan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,81% ke posisi 6.521, tepat berada di level tertinggi intraday-nya. Level terendah harian sempat disentuh di angka 6.376 pada pembukaan pagi hari sebelum akhirnya berbalik menguat hingga penutupan.

Tiga Sektor Utama Jadi Motor Penggerak Reli IHSG

Sektor industri menjadi pendorong utama dengan kenaikan hingga 3,94%, disusul sektor konsumen non-primer yang melejit 3,79%, dan sektor kesehatan yang menguat 3,75%. Ketiga sektor ini berkontribusi besar terhadap apresiasi indeks sepanjang hari.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup padat dengan total volume 36,76 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 13,69 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,97 juta kali transaksi sepanjang sesi berjalan.

Mayoritas Saham Menguat, Hanya 96 Saham Melemah

Data perdagangan menunjukkan sentimen positif yang dominan di pasar. Sebanyak 553 saham tercatat menguat, sementara hanya 96 saham yang mengalami pelemahan. Adapun 138 saham lainnya ditutup stagnan tanpa perubahan harga yang signifikan.

Pola pergerakan ini mengindikasikan bahwa penguatan IHSG tidak hanya ditopang oleh segelintir saham berkapitalisasi besar, melainkan merata di seluruh lini pasar. Kondisi ini kerap menjadi sinyal kuat bagi keberlanjutan tren positif pada sesi berikutnya.

Konsolidasi Wajar Usai Reli, Investor Pantau Level Psikologis

Dengan penutupan di level tertinggi harian, IHSG menunjukkan momentum bullish yang solid. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi profit taking setelah indeks mencatat kenaikan signifikan dalam satu hari perdagangan.

Level 6.521 kini menjadi level psikologis baru yang akan diuji pada perdagangan hari ini, Jumat (28/8). Para investor disarankan untuk mencermati pergerakan nilai tukar rupiah serta aliran dana asing sebagai indikator tambahan dalam menentukan langkah selanjutnya.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top