BANDAR LAMPUNG — Kondisi perairan Lampung pada Kamis (28/8/2026) tidak seragam. BMKG mencatat wilayah timur relatif aman dengan gelombang rendah, sementara perairan barat dan Selat Sunda Selatan berpotensi mengalami gelombang sedang hingga tinggi.
Data prakiraan menunjukkan Selat Sunda Selatan menjadi area yang paling perlu diwaspadai. Pada pukul 07.00 WIB, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,7 meter dengan angin bertiup dari arah tenggara.
Angin tenggara yang bertiup di Selat Sunda Selatan tercatat memiliki kecepatan 17 knot, dengan hembusan yang dapat mencapai 29 knot pada pagi hari. Kombinasi kecepatan angin dan tinggi gelombang ini menjadi perhatian utama bagi kapal-kapal kecil.
Kondisi berbeda terpantau di Perairan Barat Lampung. Pada waktu yang sama, gelombang di wilayah ini diperkirakan mencapai 2,6 meter dengan suhu udara sekitar 27 derajat Celcius dan kelembapan 80 persen. Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan 17 knot dan hembusan hingga 27 knot.
Berbanding terbalik dengan wilayah barat, perairan di sekitar Pelabuhan Bakauheni justru jauh lebih bersahabat. BMKG memprakirakan tinggi gelombang di lokasi ini hanya 0,3 meter pada pukul 07.00 WIB.
Angin di sekitar Bakauheni bertiup dari timur laut dengan kecepatan 5 knot, dan kondisi cuaca diprakirakan cerah berawan. Kondisi ini relatif aman bagi aktivitas penyeberangan kapal feri di Selat Sunda bagian timur.
Menyikapi kondisi perairan yang tidak seragam tersebut, nelayan, pengguna kapal kecil, dan pengguna jasa penyeberangan diminta untuk memperhatikan perkembangan cuaca dan gelombang sebelum beraktivitas. Imbauan ini terutama ditujukan bagi mereka yang beraktivitas di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan.
Perbedaan signifikan kondisi gelombang antara wilayah timur dan barat Lampung pada hari yang sama menunjukkan pentingnya memeriksa prakiraan cuaca secara spesifik sesuai tujuan pelayaran. Data yang dikeluarkan BMKG dapat diakses untuk memastikan keselamatan perjalanan laut.