LAMPUNG TENGAH — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengunjungi sentra pembibitan kakao dan kopi di Kampung Bangun Rejo, Kecamatan Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (26/08/2026). Kedatangan orang nomor satu di Kementerian Pertanian itu disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri.
Dalam kunjungan tersebut, Andi Amran meninjau secara langsung proses pembibitan dua komoditas unggulan yang menjadi andalan sektor perkebunan di daerah itu. Kakao dan kopi selama ini dikenal sebagai salah satu potensi pertanian terbesar di Lampung Tengah.
Agenda Mentan di Lampung Tengah tidak hanya berhenti pada peninjauan lahan pembibitan. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan pangan kepada masyarakat setempat. Bantuan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut digulirkan sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pokok warga.
Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terhadap berbagai program pemerintah pusat. Fokus utama yang ditekankan adalah penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan di tingkat daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mendorong kemajuan sektor pertanian. Ia berharap kunjungan ini dapat meningkatkan produktivitas komoditas unggulan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung Tengah.
Kegiatan kunjungan kerja tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Lampung Tengah. Tampak hadir Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, BPBD, Dinas Ketahanan Pangan dan TPH, serta Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan.
Satpol PP dan Damkar beserta Camat Bangun Rejo juga terlibat dalam pengamanan dan penyambutan rombongan Menteri Pertanian. Kehadiran para pejabat daerah ini menunjukkan keseriusan pemerintah setempat dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.