Gubernur Lampung Tinjau Operasi Modifikasi Cuaca di Bandara Radin Inten II, Water Bombing Dikerahkan ke Titik Api di Way Kambas

Penulis: Ferdian Syah  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:29:01 WIB
Gubernur Lampung meninjau fasilitas operasi modifikasi cuaca di Bandara Radin Inten II, Lampung.

BANDAR LAMPUNG — Operasi modifikasi cuaca mulai dijalankan di Lampung pada 26–30 Agustus 2026 sebagai bagian dari strategi pemadaman karhutla yang melibatkan pemantauan satelit hingga serangan udara. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa setiap titik panas yang terdeteksi harus segera direspons sebelum api meluas.

“Penanganan karhutla ini kita lakukan secara terpadu. Kita mulai dari pemantauan titik panas, melihat kondisi cuaca, dan melakukan modifikasi cuaca ketika kondisinya memungkinkan,” ujar Gubernur Mirza di sela peninjauan fasilitas OMC.

Water Bombing Langsung Dikerahkan ke Titik Api di Way Kambas

Respons cepat langsung diuji pada Rabu pagi. Begitu satelit mendeteksi titik api di Resort Rantau Jaya, kawasan TNWK, helikopter segera diterbangkan untuk melakukan water bombing di lokasi. Gubernur menegaskan pola kerja ini menjadi kunci agar api tidak sempat membesar.

“Seperti tadi pagi, begitu ada titik api yang terdeteksi, langsung kita respons. Helikopter bergerak ke lokasi dan dilakukan water bombing. Ini yang kita inginkan,” katanya.

Dua Helikopter BNPB Disiagakan di Bandara Radin Inten II

Dua armada udara bantuan BNPB telah tiba di Lampung sejak Selasa (25/8). Keduanya adalah helikopter AS350B3e registrasi PK-DAP dan Sikorsky UH-60A registrasi N360UH yang dikhususkan untuk operasi water bombing dengan prioritas di kawasan TNWK.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung Rudy Sjawal Sugiarto menjelaskan, pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut dari permohonan Gubernur Lampung kepada BNPB melalui surat bernomor 300.2.1/2507/VI.08/2026 tertanggal 24 Juli 2026.

Modifikasi Cuaca Jadi Andalan Basahi Lahan Gambut

Secara teknis, OMC dilakukan dengan menyemai awan yang memenuhi kondisi tertentu untuk mempercepat proses terbentuknya hujan. Rudy menyebut langkah ini menjadi pendukung utama pemadaman darat dan udara yang tengah berlangsung.

“Harapannya, dengan adanya OMC ini, hujan dapat membantu membasahi wilayah yang membutuhkan sehingga mendukung proses pemadaman dan mengurangi potensi munculnya titik api baru,” jelasnya.

Operasi Darat Tetap Berjalan di Tengah Serangan Udara

Gubernur Mirza memastikan operasi udara tidak berjalan sendiri. Personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih melakukan pemadaman, penyekatan, serta pemantauan di wilayah terdampak.

“Ini kerja bersama. BNPB, BPBD, BMKG, TNI, Polri, relawan, semuanya bergerak. Ada yang memantau dari satelit, ada yang menganalisis kondisi cuaca, ada yang menjalankan OMC, ada yang melakukan water bombing, dan tim di darat juga terus bekerja,” kata Gubernur Mirza.

Ia menambahkan, target operasi ini jelas: karhutla segera tertangani, tidak meluas, dan masyarakat serta lingkungan di Lampung tetap aman.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: diberitain.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top