BANDAR LAMPUNG — Rombongan delegasi PWNU Lampung bertolak menggunakan armada bus eksekutif dari halaman Kantor PWNU di Jalan Cut Meutia Nomor 28, Telukbetung Utara, pada Rabu pagi. Perjalanan darat menuju Jawa Timur ini diproyeksikan memakan waktu tempuh normal sekitar 20 jam, sehingga para peserta dijadwalkan tiba sebelum registrasi dan pembukaan muktamar dimulai.
Dalam sambutannya sebelum pelepasan, Kiai Ihya Ulumudin mengingatkan seluruh peserta agar menjaga niat selama mengikuti rangkaian acara di Tambakberas. Ia menekankan bahwa kehadiran delegasi Lampung bukan sekadar seremonial belaka.
"Niat rombongan murni lillahi ta'ala untuk berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama. Kehadiran kita di arena muktamar menjadi bukti keikhlasan serta kerelaan jiwa dan raga dalam membesarkan organisasi," tutur Kiai Ihya di hadapan para peserta.
Prosesi pelepasan secara resmi dilakukan oleh perwakilan Kapolda Lampung, Kasub Intelkam Polda Lampung Kompol Abdul Muthalib, S.H. Ia didampingi jajaran pimpinan wilayah syuriyah dan tanfidziyah PWNU Lampung.
Kompol Abdul Muthalib menyampaikan doa agar perjalanan lintas provinsi yang ditempuh rombongan berlangsung aman dan lancar. "Semoga perjalanan delegasi Muktamar ke-35 asal Lampung berjalan aman, lancar, dan seluruh rangkaian kegiatan muktamar dapat diikuti dengan penuh kegembiraan hingga selesai," ujarnya.
Rombongan yang diberangkatkan terdiri atas unsur Rais Syuriyah, Tanfidziyah, Lazisnu, LDNU, GP Ansor, PMII, tim media, serta tokoh pemuda dan tokoh perempuan NU. Keberangkatan ini menjadi salah satu kontingen terbesar dari Sumatra dalam ajang musyawarah akbar lima tahunan tersebut.
Rangkaian acara pelepasan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung Prof. Dr. KH. Abdul Syukur. Doa tersebut dipanjatkan untuk memohon kelancaran musyawarah akbar serta lahirnya kepemimpinan yang amanah bagi kemajuan umat dan bangsa.