LAMPUNG — Proyeksi ini memicu kekhawatiran bahwa tahun 2027 akan memecahkan rekor sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat umat manusia, menggeser posisi tahun 2024. Para ilmuwan dari kelompok World Weather Attribution (WWA) menyebut perubahan iklim akibat aktivitas manusia telah menambah sekitar 2 derajat Celcius suhu di kawasan Mediterania dan 1,4 derajat Celcius di laut-laut Eropa Barat.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan El Nino tahun ini lebih kuat dibandingkan fenomena serupa pada 2015 yang memicu bencana asap besar. Kondisi cuaca yang lebih panas dan kering dalam durasi lebih lama meningkatkan potensi titik api secara eksponensial di sejumlah wilayah Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan Periode 21-27 Agustus 2026 mengonfirmasi bahwa berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Tanah Air menjadi faktor utama pendorong meluasnya karhutla. "Berkurangnya curah hujan tersebut berimplikasi pada sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah Indonesia," demikian pernyataan resmi BMKG.
Ancaman kekeringan tidak berhenti pada El Nino. Pemerintah mengidentifikasi kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) yang aktif pada periode September-November 2026 akan semakin mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah. Kombinasi El Nino dan IOD positif ini menciptakan musim kemarau yang lebih kering dan panjang dari normalnya.
Dampak pemanasan suhu permukaan laut sudah terlihat nyata di belahan dunia lain. Bulan lalu, suhu rata-rata Mediterania tercatat sekitar 21 derajat Celcius. Pada awal Agustus, sebuah pelampung pengukur di perairan Mallorca mencatat suhu air laut mencapai 33 derajat Celcius—angka yang tidak wajar dan mengancam ekosistem laut.
Bagi pelaku bisnis dan investor di Indonesia, situasi ini menjadi sinyal untuk memperhatikan sektor agribisnis, perkebunan, dan rantai pasok pangan yang rentan terhadap gagal panen. Sementara bagi pengguna smartphone, aplikasi pemantau cuaca dan kualitas udara seperti BMKG atau IQAir akan menjadi alat penting untuk memantau kondisi lingkungan sekitar selama puncak musim kemarau.