Pencarian

5 SPKLU Non Tol Paling Ramai di Lampung, PLN UID Catat 3.114 Transaksi di Tanjungkarang

Rabu, 01 Juli 2026 • 21:59:01 WIB
5 SPKLU Non Tol Paling Ramai di Lampung, PLN UID Catat 3.114 Transaksi di Tanjungkarang
SPKLU Tanjungkarang mencatat transaksi tertinggi dengan 3.114 pengisian daya kendaraan listrik.

BANDAR LAMPUNG — PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung merilis data lima SPKLU non tol dengan jumlah transaksi terbanyak. Selain SPKLU Tanjungkarang dan Els Coffee Roastery, daftar itu mencakup SPKLU PLN UID Lampung (2.027 transaksi), SPKLU Mall Boemi Kedaton (1.154 transaksi), dan SPKLU Kantor PLN UP3 Metro (780 transaksi). Seluruh titik ini berada di kawasan komersial, pusat perbelanjaan, hingga perkantoran, memungkinkan pengguna mengisi daya sambil beraktivitas.

Kenapa SPKLU di Pusat Kota Lebih Dipilih?

Data transaksi itu mengonfirmasi pergeseran kebiasaan pengguna kendaraan listrik. Mereka tidak lagi sekadar mencari stasiun pengisian terdekat, melainkan yang memungkinkan kegiatan lain selesai bersamaan. "Pelanggan dapat mengisi daya kendaraan sembari menjalankan aktivitas lainnya," tulis keterangan resmi PLN UID Lampung yang diterima redaksi.

Fasilitas Baru: SPKLU Lounge untuk Pengisian Produktif

PLN UID Lampung tak hanya menambah jumlah unit. Di Kantor PLN UID Lampung, mereka menyediakan SPKLU Lounge—ruang tunggu ber-AC, area kerja, dan akses internet. General Manajer PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, mengatakan pengembangan infrastruktur kini menyasar pengalaman pengisian daya. "Kami ingin pelanggan merasakan kemudahan sejak tiba di lokasi hingga kendaraan selesai mengisi daya," ujarnya.

Rizky menambahkan, fasilitas itu dirancang agar waktu tunggu pengisian daya bisa digunakan untuk bekerja atau sekadar beristirahat. Langkah ini dinilai krusial untuk mendorong lebih banyak warga beralih ke kendaraan listrik.

83 Unit SPKLU Tersebar di Tol dan Non Tol

Saat ini, PLN UID Lampung mengoperasikan 83 unit SPKLU di 51 lokasi, mencakup jalur tol dan non tol. Infrastruktur itu menjadi tulang punggung ekosistem kendaraan listrik di provinsi tersebut. Dengan terus bertambahnya titik pengisian, PLN optimistis adopsi kendaraan listrik di Lampung akan meningkat. "Kami mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan," kata Rizky.

Data ini sekaligus menjadi sinyal bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah: permintaan terhadap infrastruktur pendukung kendaraan listrik sudah nyata, bukan sekadar wacana. Lokasi strategis dan kenyamanan menjadi faktor penentu yang tidak bisa diabaikan.

Bagikan
Sumber: lampungpro.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks