BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 11 dosen dan pakar dari empat negara kini mengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) melalui program International Lecturer Program yang baru diluncurkan. Program ini mencakup 10 bidang keilmuan yang tersebar di jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktoral (S3).
Enam universitas mitra internasional dari Ethiopia, Thailand, Malaysia, dan Rusia terlibat dalam kolaborasi ini. Meski perkuliahan dilakukan secara daring, Dekan FKIP Unila menyebut atmosfer akademik yang tercipta justru lebih kompetitif dan dinamis.
Daftar Pakar yang Mengajar di FKIP Unila
Program ini menghadirkan pengajar dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari pendidikan bahasa hingga manajemen pendidikan. Berikut rincian dosen asing yang bertugas:
- Ethiopia & Thailand: Saleamlak Tilahun, Ph.D. (Debre Berhan University) mengajar metode pengajaran bahasa Inggris di S1 Pendidikan Bahasa Inggris. Dr. Jean-Philippe Babu (Naresuan University) mengajar di S1 Pendidikan Bahasa Prancis.
- Malaysia (Universiti Teknologi Malaysia): Assoc. Prof. Dr. Norullhuda Binti Ismail (Pendidikan Matematika), Dr. Nor Hasniza Ibrahim (Pendidikan Biologi), Dr. Nor Farwahidah Abdul Rahman dan Assoc. Prof. Dr. Muhammad Abd Hadi Bunyamin (Pendidikan Fisika), serta Marlina Binti Ali, M.Ed. dan Dr. Chuzairy Hanri (Pendidikan Kimia).
- Pascasarjana Malaysia: Assoc. Prof. Dr. Suddin Lada (Universiti Malaysia Sabah) untuk Manajemen Pendidikan dan Ts. Dr. Norhayati Mohd Yusof (Universiti Teknologi MARA) untuk Magister Teknologi Pendidikan.
- Rusia: Prof. Anna Bordanova, Ph.D. (University of Management Technologies and Economics) mengajar di program S2 Pendidikan Bahasa Inggris.
Dampak bagi Mahasiswa dan Mutu Pengajaran
Kehadiran para akademisi global ini membawa pengalaman belajar berskala internasional langsung ke ruang kelas. Mahasiswa tidak hanya mendapat materi, tetapi juga perspektif lintas budaya yang memperkaya pemahaman mereka.
Dekan FKIP Unila menegaskan bahwa program ini menjadi bukti bahwa batasan geografis bukan lagi penghalang kemajuan mutu pendidikan. "Integrasi perspektif global ke dalam kurikulum lokal ini memperkuat posisi FKIP Unila sebagai pencetak pendidik masa depan yang siap bersaing di kancah internasional," ujarnya.
Lewat program pengajar lintas negara ini, FKIP Unila juga memperluas jejaring riset internasional dan meningkatkan mutu pengajaran di tingkat perguruan tinggi. Kolaborasi ini diharapkan berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan memperbanyak jumlah mitra dan bidang studi.