BANDAR LAMPUNG — RS Bandar Negara Husada (RSBNH) tengah bersiap memperluas jangkauan layanan kesehatan. Rapat pembahasan pengembangan yang dipimpin Sekda Lampung Marindo Kurniawan memutuskan sejumlah langkah strategis, termasuk aktivasi layanan hemodialisa (cuci darah), penguatan ICU, dan pengembangan operasi katarak dengan metode phacoemulsification.
Empat Layanan Baru yang Akan Diaktifkan
Rapat tersebut menyepakati beberapa prioritas pengembangan yang langsung menyasar kebutuhan dasar masyarakat:
- Hemodialisa (cuci darah): layanan ini akan segera diaktifkan untuk menjawab tingginya kebutuhan pasien gagal ginjal di Lampung.
- ICU: kapasitas dan kualitas perawatan intensif diperkuat seiring meningkatnya jumlah pasien dengan kondisi kritis.
- Operasi katarak modern: metode phacoemulsification yang minim sayatan akan dikembangkan untuk mempercepat pemulihan pasien.
- Layanan spesialis ortopedi dan bedah mulut: optimalisasi dokter spesialis untuk menekan angka rujukan ke luar daerah.
BOR Meningkat, Akreditasi Paripurna Jadi Target
Marindo Kurniawan mengungkapkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) RSBNH terus naik. Saat ini RSBNH sudah mengantongi akreditasi tingkat Utama dan tengah mempersiapkan diri menuju Paripurna. “Bandar Negara Husada adalah bagian dari wajah pelayanan publik Pemerintah Provinsi Lampung. Kami ingin memastikan pelayanan berjalan optimal,” ujarnya.
Sistem Rujukan Diperkuat, Lampung Selatan Jadi Prioritas
Pemprov Lampung juga mendorong kerja sama dengan Pemkab Lampung Selatan. RSBNH ditargetkan menjadi rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat di wilayah barat Lampung Selatan, terutama saat rumah sakit lain di daerah itu sudah penuh. “Seiring kita semakin baik, ekspektasi masyarakat juga semakin tinggi. Investasi pada peralatan medis dan ruang operasi telah berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan,” kata Marindo.
Selain pengembangan layanan, rapat juga menyoroti sejumlah tantangan. Pemenuhan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), proses rekredensialing BPJS Kesehatan, dan optimalisasi kuota pelayanan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Pemprov juga mendorong penyusunan kebijakan untuk kesejahteraan dokter spesialis agar pelayanan masyarakat semakin optimal.
Pemeliharaan Infrastruktur Jadi Fondasi
Agar operasional tidak terganggu, Pemprov Lampung menekankan pentingnya pemeliharaan berkala pada gedung, instalasi listrik, dan instalasi air. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kenyamanan pasien dan kelancaran layanan yang terus berkembang.
“Mudah-mudahan Rumah Sakit Bandar Negara Husada menjadi kebanggaan masyarakat Lampung,” tutup Marindo dalam rapat tersebut.