Lampung bukan cuma gerbang Sumatera. Wilayah ini punya lumbung rasa yang jarang terekspos secara nasional. Dari pesisir Teluk Lampung hingga dataran tinggi Tanggamus, setiap sudut menyimpan resep turun-temurun yang bertahan puluhan tahun. Sebagai perantau yang sempat tinggal tiga tahun di Bandar Lampung, saya mencatat sendiri tujuh kuliner ini—bukan dari rekomendasi turis, tapi dari warung pinggir jalan yang ramai oleh warga lokal.
Seruit adalah hidangan wajib saat membahas kuliner Lampung. Ikan—biasanya ikan sungai seperti baung atau patin—dibakar lalu disiram sambal tempoyak yang terbuat dari durian fermentasi. Rasanya asam, pedas, dan sedikit creamy.
Warung Seruit Bu Yani di Jalan Raden Intan, Tanjung Karang, buka pukul 10.00–21.00. Seporsi seruit ikan baung dibanderol Rp 45.000–Rp 55.000. Tips dari saya: minta sambal tempoyak dibuat lebih kering agar tidak terlalu encer. Cocok dimakan dengan nasi hangat dan lalapan daun kemangi.
Pindang versi Lampung berbeda dengan pindang Palembang. Kuahnya lebih bening, berwarna kuning dari kunyit, dengan potongan nanas dan belimbing wuluh yang memberi rasa asam segar. Ikan patin dipotong besar, dimasak hingga bumbu meresap.
Pindang Patin H. Soleh di Pasar Bambu Kuning, Bandar Lampung, buka sejak pukul 07.00 pagi. Harga per porsi Rp 35.000–Rp 40.000. Kalau ingin kuah lebih kental, minta tambahkan santan—beberapa warung menyediakan opsi ini. Saya sarankan datang sebelum pukul 11.00 karena stok cepat habis.
Gulai taboh menggunakan ikan sungai yang dimasak dengan bumbu gulai khas Lampung. Bedanya, ada campuran daun kemangi dan potongan nanas yang membuat rasa lebih kompleks—gurih, sedikit manis, dan asam.
Warung Gulai Taboh Mbak Rina di Jalan Pagar Alam, Kedaton, buka pukul 11.00–20.00. Satu porsi lengkap dengan nasi dan lalapan seharga Rp 30.000. Pemiliknya, Ibu Rina, bilang kuncinya ada di penggunaan santan encer dan api kecil saat memasak.
Kemplang adalah kerupuk ikan yang dipanggang, bukan digoreng. Teksturnya renyah di luar, sedikit kenyal di dalam. Aroma ikannya kuat—tanda kualitas bagus. Biasanya dimakan langsung atau dicocol sambal cuka.
Pusat oleh-oleh Kemplang Sanjaya di Jalan Teuku Umar, Bandar Lampung, menjual kemplang ukuran besar seharga Rp 50.000 per kilogram. Kalau mau rasa lebih pedas, minta kemplang yang sudah dibaluri sambal bubuk. Tahan hingga dua minggu jika disimpan di wadah kedap udara.
Kue bikang Lampung bukan bikang biasa. Bentuknya menyerupai bunga, dengan tekstur berserat dan rasa manis gurih dari santan dan gula merah. Warna kuning alami dari kunyit, tanpa pewarna buatan.
Pasar Tugu, Bandar Lampung, adalah tempat paling mudah menemukan kue bikang. Penjual bernama Bu Siti sudah berjualan sejak 2015. Satu bungkus berisi 5–6 kue seharga Rp 15.000. Paling enak dimakan saat masih hangat, ditemani kopi hitam tubruk.
Berbeda dengan otak-otak Palembang yang dibungkus daun pisang, otak-otak Lampung dibakar langsung di atas bara api tanpa bungkus. Teksturnya lebih padat, dengan potongan ikan tenggiri yang terasa jelas.
Di Pantai Mutun, Lampung Selatan, banyak penjual otak-otak. Satu tusuk berisi 5–6 potong seharga Rp 20.000. Pilih yang dibakar di atas arang kelapa—rasanya lebih wangi. Saus kacang dan sambal kecap disediakan terpisah.
Sate kelapa Lampung menggunakan daging kambing muda yang dibumbui kecap manis dan rempah, lalu ditaburi kelapa parut sangrai sebelum dibakar. Kelapa memberi tekstur renyah dan rasa gurih yang tidak biasa.
Sate Kelapa Pak Joko di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Bandar Lampung, buka pukul 17.00–22.00. Harga Rp 25.000 per porsi (10 tusuk). Dagingnya empuk, tidak bau prengus. Kalau suka pedas, minta sambal rawit hijau yang diulek kasar.
Apa kuliner khas Lampung yang paling terkenal?
Seruit adalah yang paling ikonik. Ikan bakar dengan sambal tempoyak dari durian fermentasi ini mudah ditemukan di warung makan sekitar Bandar Lampung.
Berapa harga rata-rata kuliner khas Lampung?
Kisaran Rp 10.000–Rp 75.000 per porsi. Kemplang dan kue bikang lebih murah (Rp 15.000–Rp 50.000), sementara seruit dan pindang patin lebih mahal.
Di mana tempat terbaik mencoba seruit di Lampung?
Warung Seruit Bu Yani di Jalan Raden Intan, Tanjung Karang. Buka pukul 10.00–21.00. Harga Rp 45.000–Rp 55.000 per porsi.
Apakah kuliner Lampung cocok untuk vegetarian?
Sebagian besar berbasis ikan dan daging. Kue bikang dan beberapa sayur lalapan bisa jadi pilihan, tapi tidak ada restoran khusus vegetarian di area pusat kota.
Kapan waktu terbaik mengunjungi Lampung untuk wisata kuliner?
Antara April–September (musim kemarau). Akses ke warung pinggir jalan lebih mudah, dan bahan baku ikan sungai sedang melimpah.
Lampung menawarkan cita rasa yang jarang ditemukan di daerah lain. Seruit, pindang, dan gulai taboh adalah bukti bahwa tradisi kuliner lokal masih hidup—bukan sekadar dagangan turis. Mulailah dari seruit, lalu eksplorasi sendiri. Setiap warung punya versi rahasia masing-masing.