BANDAR LAMPUNG — Ketua Tim PKH Provinsi Lampung, Slamet Riyadi, mengonfirmasi 97 anak dari keluarga penerima manfaat berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi melalui sejumlah jalur seleksi pada tahun ini. Ia menyebut angka tersebut menjadi bukti akses pendidikan tinggi bagi keluarga prasejahtera di Lampung kian terbuka lebar.
“Sebanyak 97 orang anak berhasil diterima kuliah melalui berbagai jalur masuk perguruan tinggi pada tahun 2026 ini,” ujar Slamet di Bandarlampung, Rabu.
Saat ini, sebagian mahasiswa baru tersebut telah ditetapkan sebagai penerima beasiswa KIP Kuliah. Sebagian lainnya masih menjalani proses seleksi untuk mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari pemerintah.
Slamet menegaskan, dukungan KIP Kuliah mutlak diperlukan. Mayoritas keluarga penerima PKH berada di desil satu hingga empat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang berarti masuk kategori prasejahtera.
“Sebenarnya dukungan KIP Kuliah ini bagi anak KPM PKH adalah sebuah keniscayaan agar proses studinya tuntas sampai jenjang sarjana. Mengingat latar belakang keluarga KPM PKH ini adalah keluarga prasejahtera yang berada pada desil satu sampai empat,” katanya.
Pemerintah telah menyediakan DTSEN yang bisa dimanfaatkan perguruan tinggi untuk mengidentifikasi mahasiswa dari keluarga PKH. Cukup dengan mencocokkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), kampus bisa memastikan calon mahasiswa yang layak menerima KIP Kuliah.
“Melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kampus dapat mengidentifikasi mahasiswa yang berasal dari KPM PKH melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dapat dipastikan anak yang berasal dari KPM PKH berada direntang desil satu sampai empat, artinya sudah tepat jika mendapatkan KIP Kuliah,” tambah Slamet.
Hingga saat ini, PKH menjangkau 391.826 keluarga penerima manfaat di 15 kabupaten/kota se-Lampung. Sebanyak 1.545 pendamping sosial bertugas mendampingi mereka di lapangan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendukung penuh peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan tinggi bagi anak-anak PKH. Ia meminta perguruan tinggi di daerah turut aktif memberikan KIP Kuliah kepada mahasiswa yang telah diterima.
“Saya berharap perguruan tinggi di Provinsi Lampung juga mendukung dengan memberikan KIP Kuliah bagi anak-anak PKH yang telah diterima kuliah,” ujar Gubernur.
Menurutnya, sinergi antara program nasional dan daerah menjadi kunci untuk menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lampung. (Ahmad Royani, S.H.I)