TANGGAMUS — Rapat koordinasi yang digelar SMA Negeri 1 Air Naningan pada Senin (29/6/2026) berubah menjadi forum penampung aspirasi warga. Kepala Sekolah Hairani, M.Pd., mengundang para Kepala Pekon untuk membahas tindak lanjut arahan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung sekaligus mendengar langsung keluhan masyarakat.
Dalam rapat tersebut, salah seorang Kepala Pekon, Hadi Haryanto, menyampaikan kekecewaan terhadap hasil SPMB. Ia menilai pemerintah perlu mengevaluasi dan menyosialisasikan lebih dulu sistem pendaftaran online yang diterapkan.
"Masih banyak wali murid dan calon siswa yang belum memahami IT pendaftaran online," ujarnya.
Para Kepala Pekon juga meminta agar kuota penerimaan siswa baru ditambah. Harapannya, lebih banyak calon peserta didik asal Kecamatan Air Naningan bisa diterima di sekolah setempat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua MKKS Kabupaten Tanggamus, Desi Mulyawan, M.Pd., bersama Kepala SMAN 1 Air Naningan, Hairani, mulai membahas solusi teknis untuk tahun ajaran mendatang. Salah satu opsi yang mengemuka adalah penerapan sistem pembelajaran dua sesi (pagi dan siang).
Usulan ini dinilai sebagai alternatif untuk mengakomodasi jumlah pendaftar yang tinggi sekaligus memberikan pemerataan kesempatan bagi calon peserta didik.
Kapolsek Pulau Panggung, IPTU Suamin, yang turut hadir mengimbau seluruh peserta agar tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Ia meminta semua pihak mengedepankan musyawarah dalam menyampaikan aspirasi.
Hingga rapat berakhir, belum ada keputusan final dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Namun, pembahasan dinilai mulai mengarah pada titik terang. Para Kepala Pekon berharap usulan penambahan kuota dan sistem dua sesi bisa segera ditindaklanjuti agar penerimaan siswa ke depan lebih transparan.